← Kembali ke Blog

Cara Menghitung HPP Roti Kentang untuk Pemula UMKM

Cara Menghitung HPP Roti Kentang untuk Pemula UMKM

Memulai bisnis kuliner seperti roti kentang Korea D’potachiz memiliki prospek keuntungan yang sangat besar. Namun, salah satu tantangan terbesar bagi pengusaha pemula adalah menentukan harga jual dan menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) secara akurat.

Berikut adalah langkah mudah menghitung HPP roti kentang Anda untuk memaksimalkan margin keuntungan.

Apa itu HPP?

HPP atau Cost of Goods Sold (COGS) adalah seluruh biaya langsung yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang atau produk yang dijual. Di dalam bisnis kuliner D’potachiz, HPP terdiri dari:

  1. Bahan Baku Utama: Tepung kentang mix, ragi, air, butter.
  2. Isian / Topping: Keju Mozarella, bubuk rasa (Tiramisu, Matcha), abon, saus.
  3. Kemasan / Packaging: Kertas bungkus, kotak dus box, kantong plastik.

Langkah Menghitung HPP Roti Kentang

Mari kita ambil contoh simulasi perhitungan HPP untuk 1 porsi D’potachiz Mozarella:

  • Tepung Kentang Mix & Bahan Adonan: Rp2.500
  • Keju Mozarella (Isian): Rp1.500
  • Kemasan Dus & Plastik D’potachiz: Rp1.000
  • Total HPP per Porsi = Rp5.000

Jika Anda menjual produk ini dengan harga Rp10.000, maka: $$\text{Margin Keuntungan} = \text{Harga Jual} - \text{HPP}$$ $$\text{Margin Keuntungan} = \text{Rp10.000} - \text{Rp5.000} = \text{Rp5.000 (50%)}$$

Tips Mengontrol HPP agar Tetap Cuan

  1. Beli Bahan Baku Skala Grosir: Membeli adonan tepung kentang mix langsung dari Master Kuliner Indonesia dalam jumlah besar akan memotong biaya modal per porsi.
  2. Minimalkan Waste (Bahan Terbuang): Pastikan takaran keju dan saus konsisten sesuai dengan SOP yang diajarkan dalam zoominar pembinaan.
  3. Pilih Paket Kemitraan yang Tepat: Dengan join kemitraan, Anda tidak perlu trial error membeli peralatan terpisah yang bisa membengkakkan biaya setup awal.